Yuk kunjungi 10 spot foto unik di Bandung berikut ini. 1. Rabbit Town adalah wisata selfie yang menawarkan beraneka spot foto menarik. Tempat ini didominasi warna pastel yang cantik. 2. This Is Me menyediakan banyak spot instagenic bak studio foto. Tempat ini juga disebut one stop selfie yang berkonsep colorfull. 3.
SpotSelfie Di Puncak Wanagiri - Mengisi liburan panjang saat liburan sekolah pastinya anda mencari tempat wisata untuk menghabiskan liburan. Kawasan..
Didestinasi wisata Ciwidey ini kamu juga akan menemukan berbagai spot berfoto yang instagramable.Selain berfoto, Perkebunan Teh Rancabali juga menyediakan restoran yang hits di kalangan para wisatawan, yaitu Pinisi Resto. Dengan konsep kapal pinisi, ada enam paket yang ditawarkan di restoran ini, dengan kisaran harga mulai Rp60.000 hingga Rp80.000 per paket.
SaungBambu menyajikan berbagai pecak mulai Pecak Gabus, Pecak Bandeng, hingga Pecak Gurame. Harga yang ditawarkan, mulai Rp10.000 sampai Rp35.000. Udin juga menambahkan berbagai macam spot selfie seperti helikopter dan perahu bambu. "Tadinya saya hanya kepikiran membuat perahu untuk spot selfie masyarakat.
Gemericiksuara air dari sungai buatan terdengar menenangkan hati. Selain itu di tengah-tengah wisata ini terdapat anyaman bambu bertuliskan Seven Selfie. Spot foto di Seven Selfie beragam dari kursi putih instagramable dengan latar Gunung Betung. • Paket Hemat Bersama New Town Coffee Cuma Rp 35 Ribu
g2xWs. Bantul - Di Bantul, tepatnya di tepian Sungai Opak, ada hamparan bunga cantik yang jadi spot selfie baru buat traveler. Namanya Kalinampu Natural Park. Seperti apa?Hamparan tumbuhan eceng gondok di tepian Sungai Opak tiba-tiba menjadi tempat wisata dadakan di Dusun Kalinampu, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Pasalnya, tumbuhan yang dikenal sebagai gulma ini bermekaran dan menyuguhkan pemandangan indah di tepian Sungai selfie bernama 'Kalinampu Natural Park' ini berlokasi 19 kilometer dari jantung Kota Yogyakarta. Untuk mencapai spot tersebut juga tidak terlalu sulit, pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan darat dari Kota Yogyakarta ke Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Sesampainya di Kantor Desa Seloharjo, pengunjung diharap berjalan ke arah timur sekitar 1 kilometer. Nantinya, terdapat gapura putih dengan tulisan 'Dusun Kalinampu' pada bagian pengunjung hanya perlu menyusuri jalan Dusun tersebut hingga menemukan simpang 3 dan berbelok kiri. Nantinya, sekitar 100 meter pengunjung diharap berbelok kanan dan pengunjung sudah sampai di gerbang masuk 'Kalinampu Natural Park'.Sebelum masuk, beli tiket dulu. Foto Pradito Rida Pertana/detikcomSetibanya di Kalinampu Natural Park, mata pengunjung akan dimanjakan dengan hamparan eceng gondok yang tengah bermekaran. Hal itu membuat tepian Sungai Opak berwarna ungu dengan kombinasi pemandangan yang jarang ditemui ini membuat pengunjung berswafoto ria dengan latar belakang hamparan tumbuhan eceng gondok yang tengah bermekaran. Bahkan, tak sedikit pula pengunjung menyewa properti pakaian hingga payung ala-ala Jepang untuk Kalinampu Natural Park, Kasanatul Rohmat 32 menjelaskan, bahwa ide menyulap tepian Sungai menjadi tempat wisata sekaligus spot selfie muncul saat banyaknya eceng gondok yang bermekaran. Melihat bagusnya pemandangan itu, Rohmat lantas mengajak para pemuda Dusun Kalinampu untuk mengelolanya secara bersama-sama."Setelah teman-teman setuju baru kita garap, seperti dimulai dengan membuat akses jalan ke tepian Sungai, menaruh replika gerbang ala-ala Jepang dan menyediakan properti untuk foto-foto. Terus baru kemarin Minggu 6/10/2019, Kalinampu Natural Park ini dibuka untuk umum," katanya saat ditemui detikcom di Kalinampu Natural Park, Selasa 8/10/2019 pakai yukata Pradito/detikcomMenurutnya, penataan taman tersebut terbilang cukup cepat, hal itu karena sejak lama para pemuda di Dusunnya berkeinginan untuk menciptakan kampung wisata dengan memanfaatkan sebagai potensi alam. Terlebih ini pembuktian bahwa tanaman gulma seperti eceng gondok mampu menjadi daya tarik tersendiri dan meningkat perekonomian warga sekitar."Jadi bisa dibilang adanya taman ini karena momennya pas. Karena tahun lalu eceng gondoknya tidak mekar secara bersamaan, dan tahun ini baru mekar bersamaan," imbuh Dusun Kalinampu, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul ini melanjutkan, untuk konsep sendiri ia sengaja menerapkan konsep ala-ala Jepang. Bukan tanpa alasan, Rohmat mengaku tema tersebut ia usung karena di Bantul bel ada tempat wisata yang mengusung konsep ala-ala Jepang."Kita juga menyediakan baju ala Jepang, payung Jepang dan kipas Jepang. Untuk payung sama kipas biaya sewanya sukarela, tapi kalau yang baju ala Jepang harga sewanya Rp 25 ribu, dan itu sudah free payung sama kipas ala Jepang," ucapnya. Ada biaya sewanya Pradito/detikcom"Karena kalau waktunya tepat, sunset di sini Kalinampu Natural Park bagus banget dan sayang sekali kalau tidak foto-foto, apalagi menggunakan pakaian ala Jepang, kan sesuai dengan konsep yang kami usung," imbuh menambahkan, Kalinampu Natural Park sendiri buka dari jam 7 pagi hingga menjelang waktu salat Maghrib. Sedangkan untuk tarif masuk sendiri tidak dikenakan tiket, namun pengunjung hanya diminta membayar tarif parkir Rp 5 ribu."Sejak dibuka hari Minggu itu banyak sekali yang datang ke sini, rata-rata sehari bisa sekitar 100 pengunjung datang ke sini, kalau weekend lebih banyak lagi. Karena itu, kedepannya kita akan siapkan perahu dari bambu untuk menyusuri Sungai Opak, kemungkinan besok Minggu sudah bisa dinikmati pengunjung," ujarnya. Asyik buat foto-foto Pradito/detikcomSalah seorang pengunjung, Septi 40, warga Kecamatan Pundong mengaku baru pertama kali mengunjungi Kalinampu Natural Park. Menurutnya, pemandangan di taman tersebut memanjakan mata."Saya ke sini karena lihat postingan teman saya di Facebook terus penasaran ingin ke sini. Ternyata pemandangannya lumayan enak dipandang dan cocok untuk foto-foto," katanya. Simak Video "Keren! Tas Ini Dibuat dari Eceng Gondok" [GambasVideo 20detik] wsw/wsw
Payakumbuh, salah – satu kota yang ada di Sumatera Barat – Indonesia yang kaya akan potensi alam serta banyaknya raihan prestasi tingkat lokal maupun nasional. Indonesia Green Regional Award IGRA, dan Kota Sehat Wistara adalah bagian dari prestasi yang pernah diraih Payakumbuh. Di sisi ekonomi, Payakumbuh adalah kota dengan laju pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi yang ada di Sumatera Barat. Tentu saja dunia wisata ikut menyumbang akan laju pertumbuhan tersebut. Panorama Ampangan, adalah satu dari sekian banyak objek wisata yang ada di Payakumbuh yang sedang trend di kalangan masyarakat. Panorma Ampangan adalah objek wisata yang menyajikan konsep kekinian namun tetap melestarikan nilai adat dan budaya yang ada di sekitar objek wisata. Panorama Ampangan Wisata Kekinian. Sumber Kolaborasi pesona alam, budaya, serta kemajuan teknologi adalah gagasan besar dari Panorama Ampangan. Ragam spot selfie, dengan latar pesona alam, ditambah dengan polesan kreativitas khas masyarakat lokal berupa bambu,menjadikan lokasi ini sangat layak untuk dikunjungi. Ragam Wisata, Aktivitas, Dan Pesona Panorama Ampangan Apa sebetulnya yang tersaji di Panorama Ampangan sehingga menjadi hits di kalangan masyarakat lokal khususnya? Dan inilah jawabanya 1. Spot Selfie Dan Pesona Alam Panorama Ampangan berada di puncak Bukit Ampangan dengan ketinggian 650 mdpl dan berada di kaki Gunung Sago yang terkenal. Posisi tersebut menjadikan lokasi ini mampu memberikan pemandangan alam yang sangat indah terutama view lokasi yang berada di bawahnya. Pemandangan Saat Di Panorama Ampangan. Sumber Di sebelah utara, kita bisa menyaksikan Kota Payakumbuh dengat sangat saat malam tiba, kelap – kelip lampu kota menjadi keindahan yang memanjakan mata yang melihatnya. Di objek wisata Panorama Ampangan terdapat spot selfie yang menarik yang terbuat dari bambu buah tangan masyarakat setempat. Apalagi spot selfie yang berada tepat menghadap ke kota Payakumbuh, dan berada di tepian tebing menjadi spot selfie favorit pengunjung. Spot Selfie Favorit. Sumber Nagari Aua Kuniang adalah lokasi Panorama Ampangan berada, yang sudah sangat terkenal sebagai “kampung Bambu”. Hal tersebut dikarenakan masyarakatnya menjadikan kerajinan dari bambu sebagai mata pencaharian utama. 2. Camping Dan Olah Raga Sepeda Di Panorama Ampangan para wisatawan juga dapat melakukan aktivitas camping. Namun bagi yang lainnya, lokasi menuju Panorama Ampangan adalah lokasi yang paling trending untuk melakukan olah raga sepeda. Pemandangan Malam Hari. Sumber Jalanan yang berkelok serta sajian pemandangan alam selama menuju puncak adalah keseruan bersepeda menaiki puncak Panorama Ampangan. Jalan Menuju Panorama Ampangan. Sumber 3. Wisata Sejarah Kawasan ini beserta daerah sekitarnya menjadi daerah yang memiliki peranan penting dalam mempertahankan NKRI pada saat agresi miiter Belanda II, yaitu pada tahun 1948-1949. Pada saat itu, pemerintahan Republik Indonesia dialihkan sementara ke Bukittinggi. Dan Sjafruddin Prawiranegara sebagai pimpinannya. Pemerintah Darurat republik Indonesia atau yang disebut dengan PDRI mempunyai pusat kekuatan militer yang salah-satunya berada di Payakumbuh. Produk Lokal Nagari Aua Kuniang Nagari Aua Kuniang terkenal sebagai kampung bambu di Sumatera Barat. Sebutan sebagai kampung bambu karena masyarakatnya sebagian besar berprofesi sebagai pengrajin bambu. Maka wajar saja jika objek wisata Panorama Ampangan didominasi dengan kerajinan bambu yang kreatif dan indah. Semuanya hasil tangan masyarakt setempat. Di objek wisata Panorama Ampangan Kota Payakumbuh Sumatera Barat selalu rutin dilaksanakan “Payakumbuh Botuang Festival”. Payakumbuh Botuang Festival. Sumber Festival ini digelar sebagai ajang pelestarian dan pemberdayaan potensi masyarakat. Dan Istilah “Botuang” yang berarti bambu. Payakumbuh Botuang Festival biasanya diisi dengan acara pagelaran budaya serta kuliner. Sebuah festival yang patut diapresiasi oleh semua pihak tentunya. Lokasi Dan Alamat Wisata Panorama Ampangan Lokasi dan alamat Panorama Ampangan berada di Nagari Aua Kuniang Kecamatan Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat – Indonesia. Rute menuju Panorama Ampangan sangatlah mudah sekali jika pemberangkatan pertama dari Kota Payakumbuh. Jaraknya hanya sekitar 7 kilometer dengan total waktu tempuh sekitar 20 menit. Rute menuju Panorama Ampangan dari Kota Payakumbuh, yang pertama masuk ke Jalan Ahmad Yani, kemudian lanjutkan menuju Jalan Pahlawan. Setelah itu, lanjutkan ke Jalan WR. Supratman di sawah Padang. Yang terakhir masuk ke Jalan Dewantara dan masuk ke daerah Ampangan. Meskipun jalan menuju lokasi Panorama Ampangan masih belum bagus, namun cukup luas untuk dimasuki kendaraan mobil. Tapi jangan kebut – kebutan ya, karena lokasi menuju Panorama Ampangan harus melewati pemukiman penduduk. Jangan sampai tujuan wisata anda terjadi hal yang tidak diinginkan. Nikmati saja pemandangan selama perjalanan, sangat bagus ko pemandangannya. Tetap santuy… jaga keamanan dan kebahagiaan perjalanan anda ya… Harga Tiket Masuk Wisata Panorama Ampangan Harga tiket masuk Panorama Ampangan Kota Payakumbuh Sumatera Barat sangat murah loh, hanya Rp. per orang nya. Murah kan? Karena kenikmatan wisata di Panorama Ampangan sangat luar biasa, jadi harga tiket tersebut sangatlah murah sekali. Sangat cocok jika anda datang ke objek wisata tersebut bersama keluarga dan sanak saudara. Jam Operasional Wisata Panorama Ampangan Jam operasional Panorama Ampangan Kota Payakumbuh Sumatera Barat buka selama 24 jam dari hari Senin sampai dengan hari Minggu. Penginapan Di Wisata Panorama Ampangan Penginapan di wisata Panorama Ampangan Kota Payakumbuh Sumatera Barat tepat di lokasinya memang tidak ada. Tetapi bagi anda yang hendak menginap terdapat hotel atau penginapan yang jaraknya paling jauh sekitar 4 kilometer dari Panorama Ampangan Kota Payakumbuh Sumatera Barat. Harga yang ditawarkan beragam tergantung dari jenis fasilitasnya. Rata – rata harganya tidak lebih dari Rp. per malamnya. Tips wisata menuju wisata Panorama Ampangan Kota Payakumbuh Sumatera Barat adalah sebagai berikut Pastikan semua perbekalan dan perlengkapan tidak ada yang ketinggalan Hari dimana anda berangkat rekreasi haruslah cerah, supaya menikmati keindahan di Panorama Ampangan lebih leluasa Panorama Ampangan adalah wisata dengan konsep kekinian. Maka anda tidak boleh lupa membawa kamera, karena spot di sana sangat instagrammable banget. Utamakan keselamatan saat di perjalanan dan di lokasi wisata. Apalagi saat masuk ke jalan yang melalui pemukiman penduduk jangan sampai kebut – kebutan ya… Patuhi protokol keamanan dan kesehatan yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola maupun pemerintah setempat Jangan merusak alam serta jangan sampai membuang sampah sembarangan. Karena sampah adalah musuh terbesar sebuah objek wisata. Hormati nilai – nilai, adat istiadat, budaya, serta keyakinan masyarakat lokal. Jangan sampai keceriaan wisata melanggar batasan etika dan moral ya… Penutup Alam telah mengahdirkan dasar – dasar keindahan, kreativitas dan teknologi manusia adalah polesan untuk menghadirkan panorama kesempurnaanya. Panorama Ampangan adalah satu diantara sekian banyak objek wisata yang kekinian sebagai simbol harmoni alam dengan manusia. Bagi para wisatawan, jadilah bagian dari harmoni tersebut dengan cara menjaga apa yang sudah ada, dan selalu menjaga kebersihan lokasi wisata dengan cara membuang sampah pada tempatnya. Selamat berlibur, dan tetap bersyukur…
spot selfie dari bambu