1. Kriya Anyaman. Salah satu karya seni kriya adalah anyaman. Bahan yang banyak digunakan dalam membuat anyaman antara lain adalah bambu dan rotan, kemudian berkembang sesuai dengan ide dan kreativitas masyarakat, seperti digunakannya ilalang, enceng gondok, dan lain sebagainya. 4 Rakel merupakan alat untuk menekan tinta yang terdapat di screen ke atas bahan yang disablon. Rakel juga merupakan peralatan yang utama dalam proses cetak saring atau sablon. Bahan cetak saring. 1. Obat afdruk merupakan sebuah cairan yang digunakan untuk membuat film. Bahan ini biasanya dikenal dengan nama emulsi. 2. Kayujati merupakan jenis kayu unggulan di Indonesia yang tidak Bahan yang digunakan dalam tahap ini adalah campuran serbuk kayu yang halus dan lem. Sebagian kecil pengrajin berasal dari lulusan SMK jurusan kriya yang magang di . 1190 SEMINAR NASIONAL ABDIMAS II 2019 10Ide Kreatif Kerajinan Kayu (woodcraft) bagi masyarakat Indonesia merupakan produk yang sudah lama ditekuni dan menjadi salah satu kekayaan seni kriya yang dikenal Senirupa terapan dibagi dua, yaitu seni kriya dan desain. Seni kriya (Seni kerajinan tangan) adalah suatu hasil karya tangan yang dibuat dengan tujuan untuk melestarikan seni rupa tradisional atau seni rupa daerah atau bangsa yang umumnya terikat oleh aturan-aturan tertentu atau nilai nilai filosofi. di April 11, 2017. nJ2X. Tau enggak apa itu seni kriya ? Jadi, seni kriya adalah sebuah karya seni yang dibuat atau dihasilkan dengan menggunakan keterampilan tangan. Selain itu seni kriya ini juga harus memperhatikan kebutuhan fisik dan nilai estetika keindahan. Seni kriya memiliki jenis yang sangat beragam, diantaranya adalah seni kriya kayu, seni kriya keramik, seni kriya tekstil, seni kriya logam, seni kriya kulit, dan seni kriya batu bata. Dalam artikel ini kita akan mengulas secara detail satu persatu mengenai apa itu seni kriya. Pengertian Seni Kriya Seni kriya merupakan seni yang telah ada sejak zaman dahulu kala. Menurut para ilmuwan, seni kriya ini telah ada sejak zaman Neolitikum atau pada zaman batu. Dimana pada saat itu telah banyak benda-benda buatan tangan yang dibuat oleh orang terdahulu. Pengertian seni kriya yaitu seni yang dibuat dengan menggunakan tangan tanpa mengurangi segi fungsional dan nilai estetikanya. Dengan begitu bisa dikatakan seni kriya adalah seni yang sempurna lantaran tidak hanya pemenuhan yang dibutuhkan saja akan tetapi keindahan juga sangat diperhatikan. Dari sisi makna, kriya berarti kerajinan tangan. Dalam bahasa sansekerta, kata kriya bermakna kerjakan. Sedangkan dalam Bahasa Inggris yang bernama craft, berarti membuat atau kerjakan. Manfaat seni kriya tersebut bukan hanya sekedar untuk terapan atau digunakan saja. Akan tetapi bisa juga digunakan sebagai hiasan atau mainan untuk anak-anak. Pengertian Kriya Menurut Para Ahli Timbul Haryono Seni kriya adalah cabang seni yang menekankan pada keterampilan tangan yang tinggi dalam proses pengerjaannya. Gustami Seni kriya adalah karya seni yang unik dan punya karakteristik di dalamnya terkandug muatan-muatan nilai estetik, simbolik, filosofis dan sekaligus fungsional oleh karena itu dalam perwujudannya didukung craftmenship yang tinggi, akibatnya kehadiran seni kriya termasuk dalam kelompok seni adiluhung. Seodarso Sp Seni kriya adalah perkataan kriya memang belum lama dipakai dalam bahasa Indonesia, perkataan kriya itu I Made Bandem Seni kriya berasal dari kaa “kriya” yang dalam bahasa Indonesia berarti pekerjaan ketrampilan tangan. Fungsi Seni Kriya Seni kriya memiliki beberapa fungsi, yang diantaranya sebagai berikut ini 1. Seni Kriya Sebagai Hiasan Banyak sekali produk dari seni kriya yang digunakan sebagai hiasan atau dekorasi. Hal ini dikarenakan seni kriya lebih memprioritaskan keindahan dari pada manfaatnya sehingga seni kriya memiliki beragam hal dalam proses pengembangannya. Contoh Hiasan dinding, patung, cinderamata, dan yang lainnya. 2. Seni Kriya Sebagai Benda Terapan Selain memprioritaskan nilai estetika, seni kriya juga unggul dari segi pemanfaatannya. Misalnya saja furnitur atau perabotan rumah, keramik, dan yang lainnya. Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan sekali untuk para penggunanya. 3. Seni Kriya Sebagai Mainan Seni kriya juga bisa dijadikan sebagai mainan. Kerap kali kita menjumpai mainan yang dihasilkan dari buatan tangan sendiri hand made dengan bentuk yang mudah serta bahan yang gampang sekali untuk ditemukan. Selain itu harganya relatif lebih murah dibandingkan mainan yang berasal dari pabrik. Contohnya Boneka, kincir angin, minatur kendaraan, dll. Perkembangan Seni Kriya di Nusantara Dalam perkembangannya di Indonesia, seni kriya dibagi menjadi 3 kelompok. Berikut ini adalah penjelasannya Seni kriya tradisional klasik terjadi pada zaman Hindu-Budha Seni kriya tradisional rakyat seni kriya yang berasal dari daerah-daerah Seni kriya Indonesia baru pada masa kolonial Itulah tiga fase perkembangan seni kriya yang ada di Nusantara. Untuk lebih detailnya, kita bisa mengenai dari ciri-ciri seni kriya yang ada pada zaman tersebut. Berikut ini ulasannya A. Seni Kriya Tradisional Klasik Hindu-Budha Pada zaman ini kaidah seni sudah di bakukan dalam sebuah pedoman seni oleh seorang seniman atau empu pada zaman tersebut. Kualitas seni yang bersifat estetik maupun teknik selalu di dasari dengan pemikiran falsafah hidup serta pandangan Agama Islam, Hindu, dan Budha. Salah satu contoh seni kriya pada zaman ini adalah wayang kulit, pandai perak dan emas, ukiran kayu, keris, kerajinan topeng, dan lain sebagainya. B. Seni Kriya Tradisional Rakyat Salah satu ciri dari kebudayaan etnik yang menghasilkan corak kesenian tradisional adalah mengikuti watak serta adab kehidupan dalam masyarakat serta lingkungan alam tempat masyarakat itu tinggal. Jenis serta pembuatan karya seni kriya tradisional ini ditentukan dari bahan serta alat yang tersedia di lingkungan sekitar tempat tinggal masyarakatnya. C. Seni Kriya Indonesia Baru Kolonial Seni kriya pada zaman kolonial pendidikan lebih menekankan pada nilai-nilai yang rasional serta kehidupan jasmaniah. Tingkat kesadaran nilai luhur terhadap nilai-nilai tradisional seni kriya menjadi sangat lemah, baik itu seni kriya klasik ataupun seni kriya rakyat yang berasal dari daerah-daerah. Beberapa seni kriya baru dapat dikombinasikan dengan seni tradisi serta menggunakan bahan-bahan industri. Komersialisasi yang melanda para seniman sehingga mereka tidak dapat mewariskan keahlian yang mereka miliki. Konsep Karya Seni Rupa Terapan Bentuk kebudayaan yang paling sederhana muncul pada saat zaman batu. Hal itu berkaitan dengan tingkat kecerdasan, perasaan dan pengetahuan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi pada zaman itu. Untuk menunjang kelangsungan hidup, manusia pada saat itu membuat alat-alat dari bahan-bahan yang diperoleh di alam sekitar mereka. Unsur-Unsur Seni Kriya 1. Aspek Kegunaan Utility Ada beberapa unsur dalam aspek kegunaan utility, yaitu a. Security Security merupakan jaminan mengenai keamanan orang yang memakai barang-barang tersebut. b. Comfortable Comfortable yaitu enaknya suatu barang digunakan. Barnag yang enak digunakan disebut barang terapan adalah barang yang memiliki nilai praktis tinggi. c. Flexibility Flexibility yaitu keluwesan penggunaan. Barang seni kriya adalah barang terapan yaitu barang yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Barang tetap dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya. 2. Syarat Keindahan Estetika Sebuah barang terapan seperti apapun enaknya dipakai, kalau tidak enak dipandang maka pemakai barang tidak akan merasa puas saat memakainya. Keindahan bisa menambah rasa senang, nyaman, dan puas untuk pemakainya. Dorongan untuk memakai, memiliki, menyenangi jadi lebih tinggi ketika barang itu diperindah dan berwujud estetik. Tujuan Seni Kriya Tujuan dari seni kriya ada beberapa, seperti Sebagai benda pakai seni kriya yang diciptakan mengutamakan fungsinya sedangkan unsur keindahannya sebagai pendukung. Sebagai benda hias seni kriya dibuat sebagai benda pajangan atau hiasan. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan dari pada aspek kegunaan. Sebagai benda mainan, seni kriya yang dibuat untuk digunakan sebagai alat permainan. Jenis Jenis Seni Kriya Nusantara Bentuk dari seni kriya nusantara sangat beragam, termasuk juga bahan-bahan yang digunakan. Dari beberapa seni kriya nusantara, ada juga yang tetap mempertahankan keanekaragaman atau ciri khas tradisionalnya. Berikut ini adalah jenis-jenis seni kriya yang ada di Nusantara 1. Seni Kriya Kayu Seni kriya kayu adalah suatu jenis seni kriya yang dalam proses pengerjaannya selalu mengkombinasikan nilai fungsi dan estetika dengan menggunakan bahan kayu. Seni kriya kayu ini dapat dibagi menjadi 2, yakni tingkatan dasar dan tingkatan profesional. Contoh dari seni kriya kayu ini adalah wayang golek, patung, topeng, dan hiasan ukiran yang lainnya. 2. Seni Kriya Tekstil Seni kriya tekstil merupakan seni kriya yang bahan dasarnya menggunakan kain. Istilah tekstil mempunyai lingkup yang sangat luas. Pada umumnya kain terbuat dari serat yang dipin untuk menghasilkan benang dan selanjutnya akan ditenun atau dirajut untuk menghasilkan barang sesuai dengan keinginan pembuatnya. Seni kriya tekstil di kelompokkan menjadi dua macam, yakni karya tenun dan karya batik. 3. Seni Kriya Keramik Seni kriya keramik merupakan benda yang terbuat dari tanah liat. Pembuatan seni kriya ini adalah dengan menggunakan teknik slab, putar, pilin, dan di cetak tuang. Daerah penghasil seni kriya keramik ini adalah Bandung, Jepara, Banjarnegara, Malang, Yogyakarta dan yang lainnya. 4. Seni Kriya Logam Seni kriya logam merupakan seni kriya yang di olah dengan menggunakan bahan dasar logam. Teknik pembuatan seni kriya logam terdiri dari 2 cara, yakni di cetak lilin dan menggunakan teknik bivalve. 5. Seni Kriya Kulit Seni kriya kulit merupakan karya seni yang menggunakan kulit sebagai bahan dasarnya. Kulit yang digunakan dalam pembuatan seni kriya kulit adalah kulit sapi, kulit kerbau, kulit buaya, dan yang lainnya. Kulit tersebut kemudian akan menjalani beberapa proses pengolahan, dimana dari pemisahan kulit dari daging hewan, pencucian dengan menggunakan cairan tertentu, tahap pembersihan dan perendaman sampai pada proses finishing. Contoh seni kriya kulit adalah Dompet, jaket, wayang kulit, ikat pinggang, dll. 6. Seni Kriya Batu Seni kriya batu adalah seni kriya yang menggunakan batu sebagai bahan dasarnya dan kemudian akan dibentuk sedemikian rupa agar terlihat indah dan memiliki nilai jual yang tinggi. Contoh dari seni kriya batu adalah batu akik, batu permata, fosil, dll. Macam Macam Seni Kriya Berdasarkan Teknik Pembuatannya Ada beberapa macam seni kriya jika berdasarkan pada teknik pembuatannya. Apa saja ? Berikut ini adalah ulasannya. 1. Seni Kriya Pahat / Ukir Seni kriya atau pahat sangat lah beraneka ragam dalam proses pembuatannya. Selain menggunakan kayu, seni pahat atau ukir ini juga bisa menggunakan aneka logam, batu, serta fosil hewan sebagai bahan dasarnya. 2. Seni Kriya Batik Proses pembuatan kain batik ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara diantaranya adalah dengan menggunakan teknik cap, tulis, dan teknik lukis. Teknik batik tulis merupakan salah satu teknik membatik yang paling sering digunakan di Nusantara. 3. Seni Kriya Tenun Tenun terdiri dari 2 jenis, yaitu tenun songket dan tenun ikat. Perbedaannya terletak pada teknik pembuatan dan bahan yang digunakan. Hampir di setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki corak tenun yang sangat khas sesuai dengan tradisi dan budaya masyarakat setempatnya. Hal ini yang menyebabkan Nusantara kaya akan kebudayaan, yang salah satunya adalah seni kriya ini. 4. Seni Kriya Anyaman Seni kriya anyaman merupakan teknik membuat dengan mengolah bahan dasar menjadi sebuah pola tertentu. Bahan-bahan yang biasa digunakan dalam membuat anyaman adalah bambu, rotan, pandan, kertas, tali, dan yang lainnya. 5. Seni Kriya Bordir Seni kriya bordir merupakan seni yang menempatkan hiasan dari benang yang kemudian dijaitkan pada kain dan berfungsi sebagai penghias serta untuk mempercantik atau memperindah tampilan kain tersebut. Teknik Dan Bahan Seni Kriya Teknik Cor cetak tuang Ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, maka teknik kriya dari bahan perunggu mulai dikenal seperti gendering perunggu, kapak, bejana, dan juga perhiasan. Teknik tuang yang dipakai pada waktu itu ada dua macam yaitu teknik tuang berulang dan teknik tuang sekali pakai. Teknik Ukir Di Indonesia, teknik ukir sudah dikenal sejak zaman batu muda. Pada masa itu banyak peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda-benda tersebut diberi ukiran bermotif garis, swastika, zig-zag, dan segitiga. Teknik Membatik Batik merupakah karya seni rupa yang pada umumnya berbentuk gambar pada kain. Proses pembuatan batik yaitu dengan cara menambahkan lapisan malam dan kemudian diproses dengan cara tertentu atau melalui beberapa tahapan pewarnaan dan tahap penghilangan malam. Alat dan bahan yang biasa dipakai membatik antara lain kain polos, malam, pewarna, canting, dan kuas. Teknik membatik juga beragam seperti batik celup, batik tulis, batik cap, batik lukis, batik modern, dan batik printing. Teknik Anyam Beberapa benda sehari-hari yang dibuat dengan teknik anyam antara lain keranjang, tikar, topi, dan lain-lain. Bahan baku yang umum digunakan untuk membuat anyaman berasal dari tumbuhan yang diambil seratnya seperti bambu, palem, rotan, mending, dan lain-lain. Teknik Tenun Teknik tenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik anyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyam cukup dilakukan dengan tangan sedangkan tenun perlu digunakan alat yang biasa disebut lungsi atau pakan. Teknik Membentuk Teknik membentuk adalah pembuatan karya seni rupa dengan media tanah liat yang umum disebut gerabah, tembikar, atau keramik. Keramik merupakan karya dari tanah liat yang prosesnya melalui pembakaran sehingga menghasilkan barang yang berbeda dari bahan mentahnya. Nah itulah penjelasan mengenai seni kriya secara detail. Mulai dari pengertian seni kriya, jenis jenis seni kriya, contoh seni kriya dan lain sebagainya. Kayu adalah salah satu kebutuhan manusia yang pemanfaatannya telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu. Dalam perkembangannya, kegunaan kayu semakin bervariasi seiring dengan perkembangan jaman dan target kebutuhan yang diperlukan. Kayu merupakan suatu bahan yang sumberya berasal dari berbagai jenis pohon yang tumbuh di hutan dan merupakan bagian dari pohon tersebut. Pemanfaatan kayu dengan tujuan kegunaan tertentu mulai dilakukan setelah adanya perhitungan bagian-bagian pohon yang pemanfaatannya lebih banyak, baik itu sebagai kayu bakar, kayu pertukangan, ataupun sebagai kayu dapat diartikan sebagai hasil hutan dari kekayaan alam yang digunakan sebagai bahan mentah yang memiliki kemudahan proses dalam kegiatan pembuatan menjadi suatu barang tertentu sejalan dengan kemajuan teknologi yag ada. Keuntungan yang lebih spesifik dari kayu ini adalah sifat-sifat yang dimilikinya yang tidak dapat ditiru dan dimiliki oleh berbagai macam bahan lain. Mengingat manfaat dari penggunaan kayu sangat berpengaruh secara sigifikan dalam kehidupan sehari-hari, maka perlu adanya pemahaman yang selaras megenai pengertian kayu menurut para ahli. Pengertian menurut para ahli ini pada dasarnya memiliki acuan yang bersifat ilmiah. Adapun dari pengertian tersebut sebagai Anisa 2012Kayu didefiniskan sebagai bagian dari batang, ranting serta cabang tumbuhan pohon yang bersifat keras karena terjadinya proses lignifikasi pengayuan.2. Dumanauw 1990Pengertian kayu adalah sebagai hasil hutan yag berasal dari kekayaan alam berupa bahan mentah dalam pembuatan barang yang mudah diproses untuk menjadi barang sesuai kemajuan teknologi. 3. Haygreen & Bowyer 1993Kayu didefinisikan sebagai salah satu material yang tergolong ke dalam salah satu bahan yang digunakan sebagai bahan bangunan yang asalnya dari Janto 1972Kayu merupakan suatu bahan yang sangat penting sebagai bahan bangunan maupun perabotan rumah, karena kayu memiliki kemudahan dalam pengerjaan dan memiliki berat jenis yang lebih ringan dari bahan-bahan Kawet 2018Kayu adalah sumber kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan menjadi sebagai bahan mentah yang mudah diproses menjadi barang yag lain seperti kertas, bahan sintetik dan Martono 2019Pengertian dari kayu adalah bahan baku yang digunaan dalam pembuatan produk ukir kayu juga 3 Tahapan Pembuatan Rencana Pemanenan Kayu7. Soerjanto 1974Pengertian kayu adalah suatu bahan yang digunakan sebagai struktur bangunan yang diperoleh dari berbagai macam tumbuhan pepohonan di Qafmar & Achmad 1996Kayu merupakan suatu bahan yag asalnya dari alam yang memiliki sifat heterogen berbeda dalam satu jenis, baik dalam arti susunan komponen kayu maupun dalam arti sifat-sifat Sutarman 2016Kayu merupakan bahan yang terdiri dari berbagai sel sehingga strukturnya mampu memberikan berbagai macam sifat kayu berbagai macam ciri yang memiliki kunikan Upessy 2016Pengertian kayu adalah seagai salah satu baha konstruksi yang diperoleh dari tumbuhan di alam dan merupakan bagian keras tumbuhan yang tergolong sebagai Yunianti et al. 2020Kayu adalah materi yang berasal dari perkembangan/pembelahan kambium yang terdiri atas berbagai tipe dan fungsi sel yang Zuhaida 2008Kayu didefinisikan sebagai bagian batang pokok yang keras yang biasa digunakan untuk bahan bangunan atau lainnya, artinya kayu merupakan suatu bahan yang diperoleh dari pemungutan pohon-pohon di hutan sebagai bagian dari suatu juga Ciri-Ciri Tumbuhan BerkayuPustakaAnisa, S. 2012. Perancangan Pusat Kerajinan Akar Kayu Jati di Bojonegoro Tema Metafora Akar Tangible. Tugas Akhir. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. J. F. 1990. Mengenal Kayu. Kanisius. YogyakartaHaygreen, J. G. & Bowyer, J. L. 1993. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu Suatu Pengantar. Terjemahan oleh Hadikusumo, S. A. & Prawirohotmodjo, S. Gajahmada University Press. J. B. 1972. Pengetahuan Sifat-Sifat Kayu. Kanisius. JakartaKawet, R. S. S. I. 2018. Konstruksi Bangunan. CV Budi Utama. YogyakartaMartono. 2019. Kriya Kayu Tradisional. UNY Press. YogyakartaQafmar, A. & Achmad, T. A. 1996. Uji Kuat Lentur Balok Hetzer. Tugas Akhir. Universitas Islam Indonesia. YogyakartaSoerjanto, B. M. 1974. Pengantar Perkayuan. Kanisius. I. W. 2016. Pemanfaatan Limbah Industri Pengolahan Kayu di Kota Denpasar Studi Kasus pada CV Aditya. Jurnal Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri 10 1 15-22Upessy, E. K. 2016. Desain Jembatan Kayu dengan Menggunakan Kayu Merbau di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat. Laporan Tugas Akhir. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. YogyakartaYunianti, A. D., Syahidah, Agussalim, & Suhasman. 2020. Buku Ajar Ilmu Kayu. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. MakassarZuhaida, M. 2008. Mengenal Jenis-Jenis Kayu di Indonesia. ALPRIN. Semarang 63 BAB III ALAT - ALAT UNTUK KRIYA KAYU A. Peralatan Manual Pendahuluan Alat tangan yang digunakan dalam pekerjaan kriya dan mebel banyak dijumpai di pasar. Alat tersebut tidak hanya ditawarkan kepada pengrajin kayu atau mebel, tetapi juga digunakan oleh masyarakat umum sebagai perlengkapan rumah tangga. Pembelian alat tangan kayu dilakukan secara teliti dengan mempertimbangkan data-data teknis yang ada. Harga alat tangan kayu di pasar sangat bervariasi. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kualitas bahan dan fungsi alat tersebut. Peralatan tangan yang digunakan dalam pembuatan kriya dan mebel dibedakan menjadi 1. Alat-alat Pokok Alat-alat pokok adalah perkakas yang harus disediakan dalam sebuah bengkel kayu, karena alat ini sangat penting dan berfungsi vital dalam pekerjaan kriya dan mebel. Alat-alat pokok biasanya berupa alat potong. Alat potong adalah suatu perangkat yang berfungsi memotong, membelah dan meratakan suatu benda. Jenis alat potong tergantung pada bahan yang akan dikerjakan. Contoh bahan kertas dipotong dengan gunting kertas atau dengan cutter, bahan logam dipotong dengan gunting logam atau gergaji logam, dan bahan kayu dipotong menggunakan gergaji kayu, pahat, atau pisau. Berikut diuraikan alat potong yang digunakan dalam kerja kayu. a. Pisau Pisau adalah alat potong sederhana yang sering dijumpai dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk dan ukuran pisau sangat dipengaruhi oleh faktor kedaerahan dan fungsi pisau tersebut. Fungsi utama pisau adalah untuk memotong, namun dengan pertimbangan kebutuhan, pisau juga berfungsi untuk membentuk, meraut, mengukir, dan menghaluskan permukaan kayu. Bahan baku pisau adalah baja campuran kualitas tinggi, sehingga tahan karat dan korosi. Di unduh dari 64 Pisau Raut Pisau raut dibuat dari besi baja dengan tangkai dibuat dari kayu. Cara pemakaian dengan didorong, tidak dipukul seperti pahat ukir Pisau raut yang digunakan pengrajin topeng dan patung-patung cinderamata di berbagai daerah di Indonesia bermacam – macam bentuknya. Pengrajin topeng di Jawa menggunakan pisau raut yang bertangkai pendek, sedangkan pengrajin di Kalimantan menggunakan tangkai panjang, Karena teknik menggunakan pisau dengan cara, tangkai dijepit pada ketiak lengan. Bentuk mata pisau yang ada di Indonesia tidak terlalu banyak terutama untuk mata pisau utama, kecuali pisau tambahan untuk membuat kerokan topeng. Pisau raut ini matanya dibuat lengkung sesuai dengan keperluan . Pisau ini sangat berguna untuk membuat kerokan bagian cekung topeng yang tidak terjangkau bila digunakan pisau raut bentuk standar lurus. Selain digunakan untuk maraut benda tiga dimensi patung cinderamata pisau raut dapat juga dipergunakan untuk membuat ukiran cukilan kayu lunak bermotif geometris yang hasilnya hanya torehan cukilan dangkal, seperti jenis ukiran geometris yang khas yang dibuat oleh pengrajin dari Toraja, Sulawesi dan ukiran hiasan pada tangkai mandau senjata khas Kalimantan. Pisau raut pada intinya digunakan untuk membuat karya yang kecil- kecil atau banda kerja yang berupa tiga dimensi patung – patung maupun ukiran datar misalnya pada hiasan kotak perhiasan yang relatif kecil. Gambar di bawah ini merupakan jenus-jenis pisau raut dan bagian- bagiannya Di unduh dari 65 Perawatan alat raut pisau raut Pada dasarnya hampir sama perawatan dengan alat ukir pahat ukir, hanya alangkah baiknya untik pisau raut ini, apabila setiap satu poisau dibuatkan sarung dari kulit kain yang tebal untuk menjaga mata pisau dari benturan benda keras dan keamanan dalam membawa. b. Gunting Gunting tidak digunakan dalam pemotongan kayu. Namun, gunting digunakan sebagai sarana pembantu untuk memotong mal kertas atau karton. Mal berfungsi untuk memeriksa bentuk dan ukuran benda kria. Mal dibuat dengan skala 1 1. Gunting terbuat dari baja berkualitas tinggi yang dicampur dengan khrom dan nikel agar terjaga dari bahaya karatkorosi dan menjamin ketajaman mata potong. Di unduh dari 66 c. Gergaji Gergaji terbuat dari sebilah baja tipis, yang salah satu tepinya dibuat bergerigi tajam yang berfungsi sebagai mata potong. Di samping itu, gergaji dilengkapi dengan tangkai pemegang dari kayu, logam, atau plastik. Gergaji adalah alat potong kayu yang selalu digunakan. Proses pemotongan terjadi melalui aktivitas gigi-gigi gergaji yang terdapat pada daun gergaji. Gigi-gigi tersebut secara beruntun dan bergerak cepat memotong kayu sedikit demi sedikit. Setiap gigi mengeluarkan sebagian serat kayu melalui celah gigi yang selanjutnya dibuang disisi yang berlawanan. Ruang gerak gigi gergaji tergantung jarak pengaturan takikan. Takikan adalah pembengkokan gigi gergaji ke kanan dan ke kiri. Takikan lebih lebar daripada tebal daun gergaji. Ditinjau dari tenaga penggeraknya, gergaji dibagi menjadi dua yaitu gergaji manual dan mesin gergaji mesin gergaji dibahas pada F6. Gergaji Manual Pendahuluan Lihat gambar sambungan ekor burung di bawah ini. Untuk membuat sambungan-sambungan seperti gambar di atas, diperlukan peralatan yang dinamakan gergaji. Gergaji banyak macam dan tipenya, namun prinsip kerja sebuah gergaji adalah sama, yaitu dengan memegang tangkai gergaji dan menggesekkan ke arah muka dan belakang ataupun ke bawah dan ke atas. Gergaji dalam pekerjaan kriya dan mebel, termasuk salah satu peralatan yang sangat penting. Gergaji sebagai alat potong dan belah berfungsi untuk membagi-bagi kayu dalam beberapa bentuk potongan yang dikehendaki. Gergaji Tangan Di unduh dari 67 Daun gergaji dibuat dari baja bermutu tinggi yang sangat keras, sehingga ketajaman gerigi tidak selalu diruncingkan kembali. Untuk mengetahui spesifikasi gergaji, dapat dilihat pada daun gergaji di dekat tangkai pegangan, yang menyebutkan jumlah gigi perkepanjangan 25 mm. Gergaji manual Gergaji manual digerakkan oleh tangan manusia. Panjang gergaji manual antara 500 650 mm. Jenis gergaji manual disesuaikan dengan fungsi, bahan, dan bentuk kayu yang akan dikerjakan. Fungsi gergaji adalah memotong dan membelah. Untuk memotong disebut gergaji potong dan untuk membelah disebut gergaji belah. Bentuk gigi gergaji potong berbeda dengan gigi gergaji pembelah. Perhatikan gambar di bawah. Gigi Gergaji Pembelah Gigi Gergaji Pemotong Jenis-jenis gergaji 1. Gergaji belah rip saw Gergaji belah adalah gergaji manual paling besar. Panjang gergaji 650 mm dengan 5 PPI. Gergaji ini khusus untuk memotong balok-balok kayu besar yang berserat. Gergaji pembelah adalah gergaji dengan gerigi dirancang untuk membelah kayu. Gergaji pembelah digunakan untuk menggergaji kayu searah jaringan serat kayu dan mempunyai 312 hingga 4 pucuk gigi pada setiap panjang 25 mm. Panjang daun antara 500 mm hingga 70 mm. 2. Gergaji potong crosscut saw Di unduh dari 68 Panjang gergaji potong antara 600 650 mm dengan 6 8 PPI. Gergaji ini sangat bagus untuk memotong balok-balok kayu dan papan yang panjang, tetapi tidak baik untuk memotong kayu-kayu olahan seperti partikel board, triplek dan blockboard. Gergaji pemotong adalah gergaji dengan gerigi yang dirancang untuk memotong kayu. Jenis gergaji ini digunakan menyayatmemotong melintang jaringan serat kayu dan tepi potongnya mempunyai 5 hingga 7 pucuk gigi pada setiap kepanjangan 25 mm. Panjang daun antara 550 mm hingga 700 mm. 3. Gergaji bilahpapan panel saw Gergaji bilah mempunyai gigi potong antara 10 12 PPI. Gergaji ini sangat bagus untuk memotong kayu olahan tetapi sering juga digunakan dalam berbagai pemotongan. Panjang daun gergaji bilah antara 500 550 mm. 4. Gergaji bentang frame saw Gergaji bentang adalah gergaji tradisional yang digunakan pada abad pertengahan. Daun gergaji yang tipis dibentangkan pada salah satu sisi badan frame dan di sisi lain ditempatkan kawat baja yang berfungsi untuk mengendorkan dan mengencangkan daun gergaji. Daun gergaji dapat berputar ke segala arah sesuai dengan keinginan dan dapat disesuaikan dengan kedudukan benda yang akan dipotong. Daun gergaji mempunyai 4, 5, 6, dan 11 PPI. Di unduh dari 69 5. Gergaji punggung backsaw Gergaji punggung biasanya berukuran kecil dengan daun tipis. Gergaji ini digunakan untuk pekerjaan halus. Gigi gergaji lebih halus dan pada punggung daun dikuatkan dengan kerangka baja atau tembaga yang berbentuk U. Gergaji punggung digunakan secara umum di kerja bangku. Gergaji punggung harus mampu memotong melintang dan searah serat kayu, maka dari itu bentuk giginya serupa dengan gigi gergaji potong dengan kemiringan sekitar 16°. Panjang gergaji punggung antara 205 350 mm dengan 13 15 PPI. Dinamakan gergaji punggung karena adanya punggung dari bahan baja yang dipasang pada daun gergaji. Jumlah pucuk gigi pada setiap kepanjangan 25 mm adalah 12 hingga 14. Gergaji punggung digunakan untuk pekerjaan kecil dan halus. 6. Gergaji lingkar curve cutting saw Gergaji lingkar digunakan untuk memotong bentuk-bentuk khusus dan sulit seperti pembuatan lubang, radius dan bentuk-bentuk yang tidak beraturan lain. Gergaji kurva digunakan untuk menyayat lengkungan-lengkungan yang kecil dan tajam sehingga tidak mungkin dikerjakan dengan gergaji lain. Ukuran panjang daun berkisar 156 mm. Di unduh dari 70 7. Gergaji gerek Gergaji gerek digunakan untuk menyayat bentuk lengkungan yang sukar dilakukan dengan gergaji biasa. Gergaji gerek dilengkapi dengan tiga lembar daun yang dapat dipasang bergantian. Ukuran panjang daun antara 300 mm hingga 450 mm. Keteknikan Sebelum menggunakan gergaji tangan kita harus mengetahui hal- hal yang bersifat teknis, hal tersebut antara lain a. Bentuk Gigi Gergaji Dilihat dari kegunaan, maka bentuk gigi gergaji tangan sangat berlainan antara pemotong dan pembelah. Untuk gergaji pemotong gigi gergaji dikikir miring kira-kira 60° - 80° terhadap daun gergaji. Dan untuk gergaji pembelah giginya dikikir tegak 90° terhadap daun gergaji. Di unduh dari 71 b. Teknik Penggunaan 1. Memotong kayu basah dan kering Untuk mencegah daun gergaji terjepit sewaktu digunakan, maka gigi gergaji perlu dikuak dibengkokkan. Pembengkokkan ujung gigi kira-kira 13 dari gigi gergaji. Lebar pembengkokkan harus sama besar ke kiri dan ke kanan. Untuk kayu basah, pembengkokkan 2 x tebal daun gergaji. Sedangkan untuk kayu kering 112 x tebal daun gergaji. Kita lihat gambar 5, 6, dan 7 yang merupakan potongan lintang dari sebuah gigi gergaji. Apa yang akan terjadi bila gigi gergaji dikuak seperti gambar 6? Dan apa yang akan terjadi bila satu deret gigi gergaji lebih pendek dari pada deret yang lain gambar 7? Di unduh dari 72 2. Menentukan kehalusan dan kekasaran pemotongan Untuk menentukan hasil pemotongan dari penggergajian, kita dapat melihat jumlah gigi per 1 inchi, bila dalam 1 jumlah gigi antara 4 - 6 maka gergaji ini termasuk jenis gergaji kasar, sedangkan bila dalam 1 terdapat 12 - 14 gigi maka termasuk gergaji halus. Untuk mengetahui hal tersebut dapat dilakukan pengukuran gigi gergaji dengan mistar. Gergaji yang berkualitas pada daunnya sudah tertera jumlah gigi setiap 1. LATIAHN Soal Pilihan Ganda Pilihlah jawaban di bawah ini yang Anda anggap tepat dengan membubuhkan tanda x. 1. Jenis gergaji yang berfungsi untuk menggergaji searah jaringan serat kayu adalah ........ a. Gergaji potong b. Gergaji belah c. Gergaji kurva d. Gergaji vinir e. Gergaji punggung. 2. Jumlah gigi gergaji punggung pada setiap kepanjangan 25 mm adalah .......... a. 5 - 7 buah b. 18 - 22 buah c. 12 - 14 buah d. 312 - 4 buah e. 10 - 14 buah. 3. Untuk mencegah daun gergaji terjepit pada waktu digunakan, maka perlu dikuak dibengkokkan ebar pembengkokkan untuk kayu basah adalah ........ Di unduh dari 73 a. 2 x tebal daun gergaji b. 3 x tebal daun gergaji c. 4 x tebal daun gergaji d. 112 x tebal daun gergaji e. 212 x tebal daun gergaji. Soal Esai Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas 1. Bagaimana cara menentukan tingkat kekasaran dari hasil pemotongan daun gergaji. Jelaskan 2. Mengapa gigi gergaji harus dikuak dibengkokkan sebelum digunakan, dan berapa tinggi maupun lebar penguakan pada gigi gergaji? Kunci Jawaban Pilihan Ganda 1. B 2. C 3. A. Esai 1. Melihat jumlah gigi gergaji setiap 1 inchi. Jika dalam 1 jumlah gigi 4 6 buah, maka termasuk gergaji kasar. Sedangkan bila dalam 1 12 - 14 buah, maka termasuk gergaji halus. 2. • Untuk mencegah daun gergaji terhepit bila digunakan • Tinggi penguakan adalah 13 dari tinggi gigi gergaji • Untuk kayu basah lebar penguakan 2 x tebal daun gergaji • Untuk kayu kering 112 x tebal daun gergaji. Di unduh dari 74 d. Pahat Pahat, alat pencukil, gergaji dan ketam adalah peralatan yang sangat penting dalam kerja bangku. Peralatan tersebut merupakan peralatan pokok untuk membuat celah sambungan, melubangi dan membentuk benda kerja. Pahat dan alat pencukil untuk memotong kayu, membuat celah dan melubangi harus dipukul dengan palu atau malet. Bentuk ujung pahat disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan cara penggunaannya. 1. Jenis -jenis pahat a. Pahat kuku kekar fimer chisel Pahat ini cocok untuk berbagai macam pekerjaan. Mataujung pahat sangat kokoh untuk menusuk dan mencukil kayu. Panjang daun pahat antara 3 38 mm, tetapi ada juga yang panjangnya mencapai 50 mm. Penajaman mata pahat menggunakan batu asah. b. Pahat kuku miring bevel-edge chisel Pahat ini sama dengan pahat kuku kekar, hanya kedua sisi daun pahat dibuat miring. Pahat ini tidak perlu dipukul dengan palu, tetapi cukup didorong dengan tangan secara langsung. Fungsi pahat ini adalah untuk membersihkan atau merapikan bagian-bagian yang akan disambung. Ukuran antara 3 38 mm. Di unduh dari 75 c. Pahat pengupas paring chisel Pahat pengupas mempunyai daun pahat yang panjang. Tujuan daun pahat dibuat panjang adalah untuk membersihkanmerapikan bekas pemahatan pada bagian dalam atau bagian-bagian yang lebar, sehingga posisi pahat tetap rata dengan permukaan kayu. Bentuk pahat pengupas ada dua, yaitu pahat pengupas lurus dan pahat pengupas bertangkai bengkok. d. Pahat miring skew chisel Pahat miring bersudut 60°. Pahat ini digunakan untuk pemotongan halus pada serat kayu yang sulit. Ujung pahat digunakan untuk membersihkan sudut-sudut aneh dan janggal. Panjang daun pahat antara 12 25 mm. 2. Bentuk-bentuk gagang pahat Banyak bentuk gagang pahat yang dapat dijumpai di pasaran. Bentuk-bentuk tersebut disesuaikan dengan fungsi pahat, misalnya gagang pahat kuku berbentuk bulat, gagang pahat miring berbentuk cembung. Bahan gagang pahat terbuat dari kayu atau plastik. Berikut contoh-contoh gagang pahat. Di unduh dari 76 3. Cara menyimpan pahat Pahat perlu disimpan pada tempat khusus. Jika pahat disimpan sembarangan akan cepat rusak dan tumpul, karena ujung pahat akan saling bersentuhan atau terbentur benda lain. Untuk menyimpan pahat dapat digunakan rak magnetik atau dapat dibuatkan tempat dari dua potong kayu yang ditempelkan pada dinding almari atau papan contoh gambar bawah. Beberapa pekerja melindungi ujung pahat dengan penutup plastik sehingga walaupun pahat diletakkan di dalam kotak, ujung pahat tetap terjaga dari sentuhan benda lain. 4. Keselamatan memahat a. Jaga ujung pahat selalu tajam. Bila ujung pahat tumpul Anda perlu tenaga lebih banyak untuk menggunakannya. b. Jangan sekali-kali mengarahkan ujung pahat ke badan kita dan jaga ke dua tangan kita selalu berada di belakang ujung pahat. c. Sisi daun pahat yang masih baru cukup tajam melukai tangan kita, gosoklah dengan batu asah dan minyak untuk menumpulkannya. Pahat Kerja Bubut Dalam pekerjaan membubut diperlukan alat pemotong yang berfungsi untuk mengiris, menyayatmenggaruk dan membentuk benda pelatihan Alat potong tersebut disebut pahat bubut Di unduh dari 77 1. Jenis- jenis pahat bubut a. Pahat kuku besar b. Pahat kuku kecil c. Pahat lurus d. Pahat serongmiring e. Pahat pemotong f. Pahat penggaruk 2. Fungsi Pahat Bubut a. Pahat kuku besar Berfungsi untuk mengawali pembubutan dari bentuk balok menjadi bentuk silinder dan membentuk cekungan lebar serta dalam b. Pahat kuku kecil Berfungsi untuk membuat cekungan kecil, dan mengikis bagian dalam dan luar bubutan piring, mangkok dan benda kerja lainnya c. Pahat lurus Berfungsi untuk meratakan permukaan bentuk silinder, kerucut dan banyak lainnya d. Pahat serongmiring Berfungsi untuk membentuk cembung, alur dan celah miring Di unduh dari 78 e. Pahat pemotong Berfungsi untuk memotong, membuet celah lurusalur f. Pahat penggaruk Berfungsi untuk mengikismenggaruk bagian dalam dan luar bubutan mangkok, piring dan benda kerja lainnya Di unduh dari 79 Pahat Ukir Jenis dan Fungsi Pahat Ukir Peralatan untuk mengukir kayu dapat dibedakan dalam dua bagian yaitu Alat pokok dan alat pembantu. a. Alat Pokok terdiri dari satu set pahat ukir sepuluh buah pahat penyilat mata pahat lurus,20 buah pahat penguku mata pahat melengkung seperti kuku ditambah 3 buah pahat pengot dan 3 buah pahat kol , palu kayu ganden, meja, dingklik. b. Alat Pembantu terdiri dari pensil spidol, sikat ijuk, klem F, batu asahan ungkal , roll meter,siku,bor dan gergaji gergaji tangan dan gergaji skrol . Pahat Ukir dalam 1 set standar 30 bh Pahat Ukir Penguku mata lengkung jumlah 20 bh Di unduh dari 80 Pahat UkirPenyilat mata lurus jumlah 10 bh Fungsi Pahat Ukir a. Pahat lengkungkuku penguku 20 bilah ƒ Ukuran pahat dimulai dari paling kecil 1,5 mm sampai dengan 40mm, panjang 220-250 mm, tebal kurang lebih 1,5 mm. ƒ Fungsi pahat lengkungkuku digunakan untuk membuat ukiran bentuk yang lengkung, melingkar, membuat bentuk cembung, cekung, ikal, dan pecahancawenan Bentuk Pahat Penguku mata lengkung Pahat lurus penyilat sebanyak 10 bilah ƒ Ukuran dimulai dari paling kecil 1 mm sampai dengan 40 mm panjang 220-250 mm, tebal kurang lebih 1,5 mm, ƒ Fungsi pahat lurus untuk membuat pahatanukiran bentuk garis lurus dan membentuk silat cembung lurus dan cekungdasaranlemahan. Di unduh dari 81 Bentuk Pahat Penyilat mata lurus Cara Menggunakan pahat ukir Sebelum mempelajari cara mengukir terlebih dahulu kita melihat bagaimana cara memegang pahat. Pahat dipegang seperti tampak dalam photo dibawah ini. Empat jari diletakkan pada bagian punggung pahat, sedangkan ibu jari diletakkan pada bagian depan. Jari kelingking berfungsi sebagai drivermengarahkan pahat sesuai garis gambarmotif. Sedangkan ibu jari berfungsi sebagai penahan agar pahat tidak bergerak kesana-kemari. Lebih jelasnya ihat gambar dibawah ini Cara memegang pahat penguku Cara memebang pahat penyilat Di unduh dari 82 Pahat lengkung kol sebanya 5 -10 bilah ƒ Ukurannya dimulai dari paling kecil 5 mm sampai dengan 45 mm, panjang 220-250 mm, tebal kurang lebih 0,75 mm. ƒ Fungsi pahat kol untuk membuat pahatanukiran bentuk cekung yang dalam macam alur lengkung, juga biasa untuk membuat hiasan texture untuk karya seni. Pahat ini digunakan untuk mengerjakan bagian- bagian cekung, yang tidak dapat dikerjakan dengan pahat kuku. Pahat kol dalam 1 set 10 bh Detail bentuk mata pahat kol Pahat Coret 3 – 5 bh ƒ Ukuran dimulai dari yang paling kecil 0,5 cm sampai dengan 1,5 cm, panjang 150-200mm, tebal kurang lebih 0,5 mm. ƒ Fungsi pahat coret untuk membuat pahatanukiran isianhiasan daun atau bunga, dan texture untuk karya seni. Di unduh dari 83 Bentuk Pahat Coretbagian dalam Pahat coret bagian punggung Pahat Pengot 1- 3 bh ƒ Bentuk mata pahat miring menyudut,ukurannya yang biasa dipakan antara 4 mm sampai dengan 10 mm, panjang 220-250 mm, tebal kurang lebih 1,5 mm. ƒ Pahat pengot digunakan untuk membersihkan sudut sela-sela dasaran ukiran yang sulit dijangkau dengan pahat peratapenyilat Pahat pengot CARA MERAWAT DAN MENGASAH PAHAT UKIR 1. Alat Untuk MenajamkanMengasah Pahat Ukir Kayu merupakan bahan bangunan yang diperoleh dari hasil penebangan pohon, baik di hutan alam, hutan tanaman industri HTI, maupun tempat-tempat lainnya. Kayu untuk bahan bangunan harus dipilih sedemikian rupa sehingga tidak memiliki cacat-cacat yang dapat membahayakan konstruksi bangunan. Untuk keperluan tersebut, kayu dari sebatang pohon dapat dibagi menjadi 6 bagian, yakni bagian akar, bagian pangkal, bagian tengah, bagian ujung, bagian percabangan, dan bagian cabang dan ranting. Bagian pohon yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan adalah bagian pangkal dan bagian tengah. Bagian pangkal umumnya tidak memiliki cacat bawaan sehingga cukup baik untuk digunakan pada konstruksi bangunan. Bagian tengah kadang-kadang memiliki mata kayu, apabila mata kayunya ≤ 5 cm maka dapat digunakan untuk bahan bangunan. Kayu hasil penebangan pohon yang masih dalam bentuk asli disebut kayu gelondongan log. Panjang kayu log umumnya kurang dari 5 lima meter. Kayu log kemudian ditanggalkan kulitnya atau sebagian besar kayu gubalnya, ada yang berbetuk dolk, ada pula yang berbentuk papasan. Kayu tersebut selanjutnya diangkut ke pabrik penggergajian. Sebelum dilakukan penggergajian, harus dirancang dimensi kayu gergajian yang akan dihasilkan sesuai dengan keadaan kayu teras. Sebab kayu teras mengalami susut lebih kecil dari kayu gubal. Tanpa memperhitungkan susut tersebut, hasil gergajian akan menghasilkan bentuk kurang baik bengkok atau terpuntir. Produksi kayu gergajian lumber yang akan dipakai untuk konstruksi umumnya berbentuk batang kayu segi empat panjang balok dan lembaran kayu pipih segi empat panjang papan. Menurut Ariestadi 2008 untuk menghasilkan produk kayu gergajian yang baik dan efisien terdapat 3 tiga metode penggergajian yang baik berkaitan dengan penyusutan kayu saat pengeringan, yaitu lurus plain sawing, perempat bagianquarter sawing dan penggergajian tipikal typical sawing. Ukuran kayu hasil gergajian yang beredar dalam perdagangan ada banyak macam. Khusus untuk bangunan, ukuran panjang kayu umumnya ± 4,20 meter dan dapat dibuat lebih panjang sesuai kebutuhan/pesanan. Sedangkan ukuran penampang kayu dibuat sesuai dengan penggunaannya pada bangunan, misalnya lis, jalusi, papan, usuk, kuda-kuda, gelagar, dan sebagainya. 6/12 ; 6/10 ; 8/12 ; 10/10 ; 15/15 →disebut balok 2/15 ; 2/20 ; 3/25 ; 3/30 ; 4/40 →disebut papan 4/6 ; 5/7 →disebut usuk atau kaso 2/3 ; 3/4 →disebut reng 1/3 ; 1/4 ; 1/6 →disebut plepet atau lis. Jenis-jenis Kayu Jenis-jenis kayu yang ada di Indonesia cukup banyak. Terdapat sekitar jenis kayu, namun dari jumlah tersebut hanya sebagian kecil saja yang telah diketahui sifat dan kegunaannya. 100 jenis kayu yang ada dalam perdagangan umum dapat dilihat di sini>>Jenis dan Kelas Kayu di Indonesia Sifat Sifat Fisis Kayu Kayu merupakan bahan bangunan yang banyak disukai orang atas pertimbangan tampilan maupun kekuatan. Secara umum sifat-sifat kayu dapat dikenali melalui panca indera. Sifat-sifat fisis kayu sebagai bahan bangunan dapat dibedakan atas bau, warna, tekstur, pola serat, kesan raba, berat, kekerasan, kekuatan, kadar air, dan penyusutan kayu. Bau Kayu Bau kayu Frick dkk, 1999 disebabkan oleh zat organik yang terdapat pada kayu. Setiap jenis kayu memiliki bau khas tersendiri, sehingga dapat dibedakan dengan jenis kayu lainnya, seperti asam, agatis/damar, cendana, dan sebagainya. Warna Kayu Warna setiap jenis kayu dipengaruhi oleh lokasi di dalam batang lapisan kayu gubal dan kayu teras, umur pohon, kelembaban udara, dan lamanya penyimpanan. Warna kayu ada beberapa macam, diantaranya putih, coklat, merah, kuning, coklat kemerahan, coklat kehitaman, dan lain-lain. Menurut Frick dkk 1999 warna kayu pada daerah tropis biasanya akan luntur perlahan-lahan apabila terkena sinar matahari ultra violet. Pola Serat Kayu Pola serat kayu adalah sifat-sifat yang ditentukan oleh arah umum sel-sel kayu. Berdasarkan pola seratnya, kayu dapat dibedakan atas 4 jenis Kayu yang memiliki pola serat terpadu/lurus Kayu yang memiliki pola serat berombak Kayu yang memiliki pola serat terpilin Kayu yang memiliki pola serat diagonal Menurut Ariestadi 2008, serat kayu memiliki nilai kekuatan yang berbeda saat menerima beban. Kayu memiliki kekuatan lebih besar saat menerima gaya sejajar dengan serat kayu dan lemah saat menerima beban tegak lurus arah serat kayu. Tekstur Kayu Tekstur kayu adalah ukuran relative sel-sel kayu. Makin besar ukuran sel-sel kayu makin kasar teksturnya, dan sebaliknya makin kecil ukuran sel-sel kayu makin halus teksturnya. Berdasarkan teksturnya, kayu dapat dibedakan atas 3 jenis - Kayu yang memiliki tekstur halus, seperti damar, rasamala, sawo; - Kayu yang memiliki tekstur sedang, seperti mahoni; - Kayu yang memiliki tekstur kasar, seperti kamper, keruing, kelapa. Kesan Raba Permukaan Kayu Kesan raba permukaan kayu tergantung pada tekstur kayu, kadar air serta kadar ekstraktif yang dikandung kayu. Kesan raba permukaan kayu misalnya kasar, halus, licin, dingin, berlemak, dan lain-lain. Berat Kayu Kayu yang memiliki berat lebih besar biasanya lebih kuat dari kayu yang ringan. Berat kayu dikelompokkan berdasarkan berat jenisnya. Berat jenis BJ kayu adalah hasil perbandingan berat dan volume kayu pada keadaan kering dengan satuan g/cm3. BJ kayu sebaiknya ditentukan pada keadaan kayu kering tanur dengan kadar air 0%. Namun, apabila tidak terdapat oven alat pengering maka BJ kayu dapat ditentukan pada keadaan kayu kering udara dengan kadar air antara 15% – 18%. Kelas berat kayu dapat dilihat pada Tabel berikut Kekerasan Kayu Kekerasan kayu mempunyai hubungan langsung dengan berat jenis kayu. Kayu yang berat jenisnya besar biasanya keras, demikian pula sebaliknya kayu yang berat jenisnya kecil atau ringan biasanya tergolong kayu lunak. Berdasarkan kekerasannya, kayu dibedakan atas 4 jenis Kayu sangat keras Kayu keras Kayu kekerasan sedang Kayu lunak Kadar air kayu Kadar air kayu dari pohon hidup dapat mencapai 40% – 200% dari berat kayu kering tanur Frick Heinz, dkk, 1999. Kayu merupakan bahan yang dapat menyerap air dan melepaskannya sesuai keadaan udara disekitarnya hygroscopic, dan dapat mengembang atau menyusut sesuai kandungan air di dalamnya. Menurut Frick dkk 1999 kayu akan melepas atau menyerap air di sekelilingnya sampai banyaknya air di dalam kayu setimbang dengan kadar air udara di sekelilingnya. Kadar air kayu pada keadaan setimbang dengan kadar air udara tersebut dinamakan kadar air kesetimbangan, dan besarnya dinyatakan dalam % terhadap berat kayu kering tanur. Kadar air kayu yang selalu berhubungan dengan perubahan udara cenderung berubah ke arah titik kesetimbangan. Air yang dikandung oleh kayu dibedakan dalam dua macam, yaitu air bebas, yang terdapat dalam rongga-rongga sel dan ruang-ruang antar sel air yang terikat secara kapiler dalam dinding sel. Apabila semua air bebas telah dilepaskan/menguap dan hanya tertinggal air yang terikat saja, maka dikatakan kayu telah mencapai titik jenuh serat fibre saturation point, yang besarnya kira-kira pada keadaan kadar air 30%.Baca JugaMengenal Kayu Sebagai Bahan BangunanSifat-sifat Mekanis Kayu Sebagai Material KonstruksiPenggolongan Dan Klasifikasi Produk Kayu Untuk Konstruksi100 Jenis dan Kelas Kayu yang Ada Dalam Perdagangan Umum di Indonesia Penyusutan kayu Penyusutan kayu Frick Heinz dan Koesmartadi Ch, 1999 terjadi apabila kadar air berkurang/dilepas sampai di bawah titik jenuh serat 30%. Penyusutan kayu dapat terjadi pada 3 tiga arah, yaitu 1. arah sejajar arah serat longitudinal; 2. arah melintang lingkaran tumbuh radial; dan 3. arah lingkaran tumbuh tangensial. Penyusutan arah tangensial lebih besar dari penyusutan arah radial, dan penyusutan arah longitudinal sangat kecil. Besarnya penyusutan untuk masing-masing arah adalah arah longitudinal berkisar antara 0,1% – 0,2% arah radial berkisar antara 2,1% – 8,5% arah tangensial berkisar antara 4,3% – 14% Seni kriya kayu merupakan karya seni yang diproses dengan keterampilan tangan melalui pemanfaatan media kayu. Hasilnya dapat berupa ukiran, lemari kayu Seni kriya kayu merupakan suatu bentuk yang termasuk dalam seni dengan pemanfaatan media kayu. Produk yang dihasilkan misalnya dalam ukiran pada sebidang kayu. Ukiran tersebut dapat menggambarkan kearifan lokal sehingga memiliki nilai estetis yang tinggi. Pengertian Seni Kriya Kayu Seni kriya kayu merupakan karya seni yang diproses dengan keterampilan tangan melalui pemanfaatan media kayu. Hasilnya dapat berupa ukiran, lemari kayu, patung, dan lain sebagainya yang memiliki aspek fungsional serta mengandung nilai seni yang tinggi. Bahan Kayu Sesuai dengan namanya, bahwa kriya kayu menggunakan media kayu. Namun, tidak semua bahan kayu dapat digunakan sebagai media ukir. terdapat jenis-jenis kayu tertentu yang memang sesuai karakteristiknya. Kayu Jati Kayu jati termasuk kayu yang berkualitas tinggi dan banyak dicari sebagai media ukiran. Corak yang dimilikinya coklat sampai coklat tua kehijauan yang membuatnya memiliki nilai dekoratif yang menarik dan indah. Keindahan kayu jati inilah yang membuat banyak hasil kriya kayu memanfaatkannya. Pengerjaan menggunakan kayu jati jati bersifat mudah, karena karakternya yang berdaya rusak rendah, berserat lurus dan memiliki paduan tekstur kasar. Kayu ini termasuk kuat,memiliki keawetan karena tahan terhadap rayap, pembusukan, serta asam. Selain itu pula, kayu jati memiliki daya tahan terhadap perubahan suhu dan cuaca. Kayu Mahoni Kelebihan penggunaan kayu mahoni adalah memiliki serat kayu yang lurus, yang hampir sama dengan kayu jati, sehingga sangat sesuai jika dijadikan sebagai penggantinya. Serat lurus yang dimilikinya membuatnya mudah untuk diolah dan diproses menjadi beragam model tanpa mengurangi keindahan aslinya. Warna kacanya pun semakin gelap sesuai dengan umur kayu mahoni tersebut. Mahoni yang berumur muda memiliki warna yang lebih pucat sehingga tidak terlalu menarik untuk dijadikan mebel. Namun, semakin tua kayu mahoni, warnanya akan semakin menarik dengan merah hati yang mencolok. Kayu Sonokeling Kayu sonokeling pun menjadi pilihan sebagai media kriya kayu. Serat dan tekstur yang dimilikinya membuat kayu ini cukup diminati setelah jati dan mahoni. Selain itu pula, kayu ini awet dan tahan terhadap rayap, jamur, serta mikroorganisme pembusuk lainnya. Seni kriya kayu melibatkan pemilihan material yang tepat untuk menghasilkan produk yang menarik. Jika Anda berminat untuk melanjutkan pendidikan pada program studi Seni Kriya, kunjungilah situs Tel-U untuk informasi lebih lanjut.

kayu merupakan bahan pokok yang digunakan dalam pembuatan produk kriya